Jersey Juventus Terbaru Ready Stock Jogja
![]() |
| Jersey Juventus Home 2025/2026 |
JERSEY JUVENTUS HOME 2025/2026
Spesifikasi:
Jersey Juventus Home 2025/2026
Bahan Polyester. Lembut, dingin dan nyaman dipakai.
Harga:
Eceran: Rp. 85.000
Silahkan hubungi kontak:
Telp/ WA: 085742390933
Order bisa langsung datang ke toko atau online
![]() |
| Klik untuk terhubung dengan Instagram kami |
Kunjungi Toko kami di:
Sumacomp
Pogung Baru H-16 Jogja
Order Free Ongkir toko online kami di Shopee
JERSEY JUVENTUS HOME 3RD 2024/2025
Spesifikasi:
Jersey Juventus Home 2024/2025
Bahan Polyester. Lembut, dingin dan nyaman dipakai.
Harga:
Eceran: Rp. 70.000
Silahkan hubungi kontak:
Telp/ WA: 085742390933
Kunjungi Toko kami di:
Sumacomp
Pogung Baru H-16 Jogja
Order Free Ongkir toko online kami di Shopee
JERSEY JUVENTUS HOME AWAY 2023/2024
Jersey Juventus Home 2023/2024
Bahan Polyester. Lembut, dingin dan nyaman dipakai.
Harga:
Eceran: Rp. 70.000
Silahkan hubungi kontak:
Telp/ WA: 085742390933
Kunjungi Toko kami di:
Sumacomp
Pogung Baru H-16 Jogja
Order Free Ongkir toko online kami di Shopee
👇
---
⚫⚪ “Ketika Semua Pergi, Ia Memilih Tinggal” — Kisah Kesetiaan Alessandro Del Piero
Tahun 2006, langit Turin seolah runtuh.
Juventus, klub paling berjaya di Italia, ditarik jatuh ke Serie B karena skandal Calciopoli.
Gelar dicabut. Nama baik tercoreng. Dan para bintang mulai angkat kaki satu per satu.
Ibrahimović pergi. Cannavaro pergi. Thuram, Vieira, Zambrotta — semua mencari pelabuhan baru.
Si Nyonya Tua ditinggalkan sendirian, lusuh, dan terluka.
Tapi di tengah reruntuhan itu, satu nama berdiri tegak: Alessandro Del Piero.
---
Bagi sebagian orang, pindah adalah pilihan logis.
Ia masih di puncak karier, masih bisa bermain di klub besar mana pun di dunia.
Namun, baginya, Juventus bukan sekadar klub. Itu rumah. Itu darahnya sendiri.
Saat wartawan menanyakan kenapa ia tidak ikut pergi, Del Piero hanya tersenyum dan berkata pelan:
> “Aku lahir di Juventus, dan aku akan mati bersama Juventus.”
---
Musim 2006/2007, Juventus turun kasta ke Serie B.
Stadion kecil, rumput tak rata, lawan-lawan dari kota yang bahkan sebagian tifosi tak pernah dengar.
Tapi Del Piero tetap memakai ban kapten di lengannya, menatap ke depan.
Ia tahu tugasnya: membawa Juventus pulang.
Dan ia melakukannya dengan kepala tegak.
20 gol ia cetak musim itu, menjadi top skor Serie B.
Bersama Buffon, Nedved, dan Trezeguet, mereka menyalakan kembali api kebanggaan di dada para Juventini.
Saat Juventus resmi promosi kembali ke Serie A, Del Piero berdiri di tengah lapangan, menatap langit Turin, dan berkata:
> “Kami jatuh. Tapi kami tak pernah menyerah.”
---
Tahun demi tahun berlalu.
Ia akhirnya menutup kariernya di Juventus pada 2012 — 19 tahun setia di klub yang pernah membuatnya menangis dan tertawa.
Ia pergi bukan karena menyerah, tapi karena sudah memberikan segalanya.
Dan hingga kini, tifosi Juve masih menyebutnya dengan satu sebutan yang penuh cinta:
> “Il Capitano. Per sempre.”
(Kapten. Selamanya.)
---







Komentar
Posting Komentar